Lobang Jepang
Lobang Jepang merupakan salah satu objek wisata yang ada di daerah Sumatera Barat tepatnya di tengah taman panorama di Ngarai Sianok di bawah kota Bukittinggi. Lubang ini ditemukan satu tahun setelah kemerdekaan Indonesia oleh warga lokal. Lobang Jepang dibangun pada tahun 1942 oleh warga yang dibawa dari luar kota Bukittinggi, tujuannya agar ketika para romusha kabur, maka romusha ini tidak bisa berkomunikasi dengan warga lokal karena masih menggunakan bahasa daerah masing-masing dan tidak dapat mengatakan apapun mengenai Jepang kepada warga lokal.
Lobang Jepang ini memiliki panjang 6 km dan berkelok-kelok. Namun panjang Lobang Jepang yang dijadikan untuk wisata hanya 1,5 km. Lobang ini letaknya sekitar dua meter di bawah permukaan tanah kota Bukittinggi. Lubang ini dijadikan sebagai lubang perlindungan atau tempat persembunyian tentara Jepang dalam menghadapi perang. Lobang Jepang dibangun dengan tujuan kepentingan pertahanan tentara Jepang dalam Perang Dunia II dan perang Asia Timur Raya.
Lobang Jepang ini memiliki anak tangga yang berjumlah 128 buah, namun ketika dijadikan tempat wisata, pemerintah kota Bukittinggi menambah 4 tangga lagi yang menjadikannya 132 anak tangga. Dahulu ukuran pintu lobang Jepang hanya seukuran ban mobil, yang digunakan tentara Jepang sebagai tempat pengintaian. Pintu ini baru dibesarkan pada saat lobang Jepang dijadikan objek wisata tepatnya pada 11 Maret 1986. Di dalam lobang Jepang ini sudah banyak renovasi yang dilakukan pemerintah, hanya tersisa satu lorong yang asli sejak zaman Jepang, baik struktur tanahnya serta ukurannya.
Setiap 1 meter di sepanjang dinding lobang Jepang terdapat celah-celah peredam suara yang diciptakan Jepang agar suara jeritan dan tembakan tidak terdengar keluar. Lobang ini terdiri dari 21 lorong, 6 lorong amunisi, 11 lorong barak militer, 1 ruang sidang, 1 penjara, dan 2 ruang makan.
Terdapat juga 1 ruang dapur yang digunakan untuk eksekusi. Pada ruangan dapur ini terdapat lubang pembuangan yang terhubung langsung ke aliran sungai di bawahnya, sehingga ketika tahanan dieksekusi langsung dibuang ke lubang pembuangan sehingga tidak meninggalkan jejak apapun.
Keunikan yang ditemukan pada lobang Jepang ini adalah tidak pernahnya ditemukan tanah galian dari perut bukit yang digali untuk dibuat lobang Jepang. Serta, lubang yang dibangun dengan kedalaman 2 meter ini tidak pernah ditembus oleh air. Lobang Jepang juga tidak pernah runtuh ketika adanya gempa.



.jpg)



Komentar
Posting Komentar